Minggu, 07 Mei 2017

GAMBAR ORTOGONAL


GAMBAR PROYEKSI ORTOGONAL

1. Proyeksi Ortogonal 

a. Pengertian 
Proyeksi orthogonal adalah gambar proyeksi yang bidang proyeksinya mempunyai sudut tegak lurus terhadap proyektornya. Garis-garis yang memproyeksikan benda terhadap bidang proyeksi disebut proyektor. Selain proyektor tegak lurus terhadap bidang proyeksinya juga proyektor-proyektor tersebut sejajar satu sama lain. Contoh-contoh proyeksi orthogonal dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 1. Proyeksi orthogonal dari sebuah titik
Keterangan gambar:
Panah paling atas : Proyektor
Panah ditengah : Bidang proyeksi
Panah dibawah : Proyeksi

Gambar 2. Proyeksi Orthogonal dari sebuah garis

Gambar 3. Proyeksi Orthogonal dari sebuah bidang

Gambar 4. Proyeksi Orthogonal dari sebuah benda

b. Macam-macam pandangan 
Untuk memberikan informasi lengkap suatu benda tiga dimensi dengan gambar proyeksi ortogonal biasanya memerlukan lebih dari satu bidang proyeksi yaitu:
a. Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di depan benda disebut pandangan depan.
b. Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di atas benda disebut padangan atas.
c. Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di sebeblah kanan benda disebut padangan samping kanan.


Gambar 5. Macam-Macam Pandangan

c. Bidang proyeksi 
Suatu ruang dibagi menjadi empat bagian yang dibatasi oleh bidang-bidang depan, bidang vertikal, dan bidang horizontal. Ruang yang dibatasi tersebut dikenal dengan sebutan kuadran.


Gambar 6. Bidng-Bidang Proyeksi
d. Jenis-jenis proyeksi ortogonal
Ada dua cara yang dapat digunakan dalam menggambar proyeksi, yaitu dengan proyeksi sistem Eropa dan proyeksi sistem Amerika. Biasanya proyeksi Eropa sering disebut dengan First Angle Projection atau proyeksi sudut pertama dan proyeksi sistem Amerika disebut Third Angle Projection.  Proyeksi Eropa dan Amerika merupakan proyeksi yang digunakan untuk memproyeksikan pandangan dari sebuah gambar tiga dimensi terhadap bidang dua dimensi.
1) Sistem Eropa (Kuadran I/Sudut pertama)
Proyeksi Eropa disebut juga proyeksi sudut pertama, juga ada yang menyebutkan proyeksi kuadran I, perbedaan sebutan ini tergantung dari masing pengarang buku yang menjadi refrensi. Adapun simbol dari proyeksi eropa yang biasa digunakan dalam gambar teknik seperti pada gambar 7.

Gambar 7. Simbol Proyeksi Eropa
Ketentuan dari proyeksi eropa adalah benda terletak antara pengamat dan bidang proyeksi. Cara memproyeksikan yaitu benda yang akan kita proyeksikan harus kita rencanakan mana yang kita anggap sebagai pandangan depan, misalnya A adalah pandangan depan, B adalah pandangan atas, C adalah pandangan kiri, D adalah pandangan kanan, E adalah pandangan bawah, dan F pandangan belakang ditunjukkan oleh anak panah pada gambar 8. Ini menunjukkan dari arah mana pengamat/orang akan memproyeksikan.

Gambar 8. Arah Pandangan
Kemudian benda kita masukkan kedalam kubus yang transparan (tembus pandang) dapat dilihat pada gambar 9. Dengan ketentuan dari proyeksi eropa diatas, maka gambar proyeksi pandangan depan (A) ada dibidang sisi belakang dari kubus, gambar proyeksi pandangan atas (B) ada di sisi bawah, gambar proyeksi pandangan kiri (C) ada di sisi kanan, gambar proyeksi pandangan kanan (D) ada disisi kiri, gambar proyeksi pandangan bawah (E) 
ada di bidang sisi atas dan gambar proyeksi belakang ada di bidang sisi 
depan pada gambar sebagai berikut:

Gambar 9. 
Kemudian sebagian dari rusuk-rusuk tersebut kita potong dan bidang sisinya kita rebahkan ke bidang belakang dari kubus, sehingga menjadi satu bidang dengan gambar proyeksi pandangan depan, dapat dilihat pada gambar 10.

Gambar 10. Bukaan 
Bila garis-gari rusuk kubus tersebut kita hilangkan, maka terlihat hasil proyeksi eropa seperti pada gambar 11 berikut ini:

Gambar 11. Hasil Proyeksi Eropa
Cara penyajian gambar menggunakan sistem eropa pun berbeda dengan sistem amerika yang dapat dilihat sebagai berikut:
a) Pandangan depan tetap berada di depan
b) Pandangan atas berada di bagian bawah pandangan depan
c) Pandangan bawah berada di atas pandangan depan
d) Pandangan samping kanan berada di samping kiri pandangan depan.
e) Pandangan samping kiri berada di pandangan samping kanan.
Berikut adalah contoh cara penyajian gambar sederhana dengan menggunakan sistem eropa (sudut pertama).

Gambar 12. Penyajian Gambar Sistem Eropa

Keterangan: 
PD : Pandangan depan
PA : Pandangan atas
PB : Pandangan bawah
PSKN: Pandangan samping kanan
PSKR : Pandangan samping kiri
PBLK : Pandangan belakang
2) Sitem Amerika (Kuadran III/Sudut ketiga)
Proyeksi Amerika dikatakan juga proyeksi sudut ketiga dan juga ada yang menyebutkan proyeksi kuadran III. Proyeksi Amerika merupakan proyeksi yang letak bidangnya sama dengan arah pandangannya. Adapun simbol dari proyeksi amerika dapat dilihat pada gambar 13 di bawah ini:


Gambar 13. Simbol Amerika

Ketentuan dari proyeksi amerika, bidang proyeksi terletak antara pengamat dan benda. Cara memproyeksikannya adalah benda yang akan kita proyeksikan kita ambil sama dengan benda yang diproyeksikan dengan cara eropa, gambar 16a, termasuk arah memandangnya. Kemudian benda kita masukkan dalam kubus yang transparan ( tembus pandang) gambar 14.

Gambar 14.

Dengan ketentuan dari proyeksi amerika di atas, maka gambar proyeksi pandangan Depan (A) ada dibidang sisi depan kubus, gambar proyeksi pandangan atas (B) ada di bidang atas, Pandangan sisi kiri (C) ada di sisi kiri, pandangan sisi kanan (D) ada di sisi kanan , pandangan bawah (E) ada di sisi bawah, pandangan sisi belakang (F) ada di belakang.
Kemudian sebagian dari rusuk-rusuk dari kubus tersebut kita potong dan bidang sisinya kita rebahkan kebidang belakang dari kubus, sehingga menjadi satu bidang dengan gambar proyeksi pandangan depan.

Gambar 15. 
Bila garis-garis rusuk kubus tersebut kita hilangkan, maka terlihat hasil proyeksi amerika seperti pada gambar 16 di bawah ini.

Gambar 16.
Berikut adalah contoh cara penyajian gambar sederhana dengan menggunakan sistem amerika (sudut ketiga).


Gambar17. Penyajian Gambar Sistem Amerika

Dalam standar ISO (ISO/DIS 128) telah ditetapkan bahwa kedua cara proyeksi boleh dipergunakan. Untuk keseragaman, semua gambar dalam standar ISO digambar menurut proyeksi sudut pertama. Jika pada gambar telah ditentukan cara royeksi yang dipakai, maka cara yang dipakai harus dijelaskan pada gambar. Telah dikatakan bahwa kedua cara proyekksi tersebut dapat sama-sama dipakai, sesuai dengan standar ISO. Negara Amerika Serikat dan Jepang telah menentukan untuk memakai proyeksi sudut ketiga saja. Hal ini didasarkan atas kelebihan dari cara ini di atas proyeksi sudut pertama.
(1) Dari gambarnya bentuk benda dapat langsung dibayangkan. Dengan pandangan depan sebagai petokan, gambar pandangan lain dilipat dan bendanya akan muncul  seperti aslinya.
(2) Gambarnya mudah dibaca, karena hubungan antara gambar yang satu dengan yang lain dekat. Tidak saja mudah dibaca, tetapi jarang terjadi salah pengertian. 
(3) Pandangan yang berhubungan diletakan berdekatan. Oleh karena itu mudah untuk membaca ukuran-ukurannya. 
(4) Dengan cara proyeksi sudut ketiga mudah untuk membuat pandangan tambahan atau pandangan setempat.